Abu Jangkos, Pupuk Alternatif Pengganti Pupuk KCL

Riau, sawitriau.com – Pak Efraim salah satu petani sawit mandiri di Indragiri Hilir, Riau menggunakan abu jangkos sebagai pupuk alternatif pengganti Dolomit untuk menetralkan PH tanah di kebunnya yang cenderung berpasir. Selain berfungsi untuk menetralkan PH tanah penggunaan abu jangkos juga mampu menghemat pengeluaran untuk membeli pupuk kimia jenis KCL karena kandungan abu jangkos yang kaya akan unsur Kalium (K).

Pak Efraim menuturkan penggunaan tiga kilogram abu jangkos setara dengan 1.8 kg pupuk KCL. “Setiap Tahun saya rutin membeli langsung abu jangkos dari PKS untuk mendapatkan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau”, ujarnya.

Ia mengungkapkan, harus antri untuk mendapatkan abu tersebut karena sekarang banyak petani yang juga menggunakan abu jangkos dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tentu saja berdampak langsung terhadap kenaikan harga, yang semula harganya berkisar 2,3 juta naik menjadi 3 juta rupiah per tonnya untuk kualitas terbaik, harga tersebut belum termasuk ongkos angkut.

“Abu jangkos berkulitas baik dapat dilihat dari tingkat kekeringannya, kalau ditabur ke tanah abunya langsung terurai tidak menggumpal dan panas di tangan saat digenggam”.

Untuk cara penggunaannya, petani sawit asal Riau tersebut menyarankan untuk menaburkan secara keliling dan merata dengan jarak ideal dua meter dari batang sawit, dosisnya disesuaikan dengan usia tanam. Kalau sawitnya sudah produktif cukup berikan tiga kilogram per batang dan waktu yang pas untuk menggunakan abu jangkos adalah saat di punghujung musim hujan”, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *